Tutupan Hutan
Tutupan lahan hutan di Indonesia seluas 95,5 juta Ha atau 51,1% dari total daratan (2024) dengan komposisi 88,1 juta Ha (Kawasan Hutan) dan 7,6 juta Ha (Non Kawasan Hutan/Areal Penggunaan Lain).
Hutan merupakan kondisi riil di lapangan. Sedangkan Kawasan Hutan merupakan wilayah yang ditetapkan negara sebagai hutan.
Dinamika luasan hutan Indonesia (juta Ha)

Deforestasi

Total Deforestasi Indonesia 2020 – 2024*
Netto merupakan hasil dari angka deforestasi bruto dikurangi angka hasil reforestasi dan rehabilitasi.
PNBP Kehutanan
Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) hutan Indonesia berasal dari PNBP kayu dan PNBP non-kayu yang merupakan pungutan dari pemanfaatan sumber daya hutan. Ketentuan ini diatur dalam PP No. 36 Tahun 2024 (Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan)
Bentuk komponennya terdiri;
- Dana Reboisasi
- Provisi Sumber Daya Hutan
- Iuran Perizinan Usaha
- Penggunaan Kawasan hutan
- Denda administratif.
KBLI
KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia) merupakan sistem klasifikasi kegiatan ekonomi untuk mengidentifikasi jenis usaha dan menentukan persyaratan perizinan berusahayang berfungsi mengidentifikasi jenis, skala usaha dan perizinan usaha.
Ketentuan diatur PP No. 28 Tahun 2025 (Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko) menggantikan peraturan sebelumnya (PP No. 5 Tahun 2021).
Berikut ketentuan terbarunya:
A. Kode KBLI
- KBLI 16102: Industri Pengawetan Kayu.
- KBLI 16103: Industri Pengawetan Rotan, Bambu dan Sejenisnya.
- KBLI 16104: Industri Pengolahan Rotan.
- KBLI 16212: Industri Kayu Lapis Laminasi Termasuk Decorative Plywood.
- KBLI 16213: Industri Panel Kayu Lainnya.
- KBLI 16215: Industri Kayu Laminasi.
- KBLI 16295: Industri Kayu Bakar dan Pellet Kayu.
Perubahan Kewenangan
Pengampu KBLI Industri Pengolahan Hasil Hutan menjadi ke Kementerian Perindustrian (sebelumnya Kementerian Kehutanan):
- KBLI 16101: Industri Penggergajian Kayu.
- KBLI 16214: Industri Veneer.
- KBLI 16211: Industri Kayu Lapis.
Sedangkan 7 KBLI sebelumnya diampu Kementerian Kehutanan dan Kementerian Perindustrian.
Kasus
| No. | Pelaku | Tahun | Kerugian Negara | Putusan Pengadilan | Keterangan |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Bob Hasan, mantan Menteri Perindustrian & Perdagangan, pemilik PT Mapindo Params | 2001 | Rp2,4 T | 6 tahun penjara dan membayar kerugian negara US$2,43 juta | Tipikor bersama korupsi |
| 2 | Probosutedjo, pemilik PT Menara Hutan Buana, saudara tiri mantan Presiden Suharto | 2005 | Rp100,9 M | 4 tahun penjara, denda Rp 30 juta, mengembalikan dana Rp100,9 M | Tipikor penggelapan dana reboisasi |
| 3 | Suwarna Abdul Fatah, mantan Gubernur Kalimantan Timur. | 2007 | Rp46,8 M | 4 tahun penjara | Kasus pembangunan perkebunan kelapa sawit Kalimantan Timur |
| 4 | Martias F, Direktur PT. Surya Damai Group | 2007 | Rp346,8 M | 1,5 tahun | Korupsi pemanfaatan kayu dan penanaman sawit |
| 5 | Utuh Ali Yudin, Kakanwil Dephut dan Perkebunan | 2007 | Rp346,8 M | 4 tahun | Korupsi penerbitan Izin Pemanfaatan Kayu di Kalimantan Timur |
| 6 | Robian, Plt Kakanwil Dinas Kehutanan Prov. Kaltim | 2007 | Rp346,8 M | 4 tahun | Korupsi penerbitan Izin Pemanfaatan Kayu di Kalimantan Timur |
| 7 | Wakito Soerjobroto, mantan Dirjen PHP Dephut | 2007 | Rp346,8 M | 2,5 tahun penjara | TIDAK DITEMUKAN INFORMASINYA DI INTERNET. |
| 8 | Anggoro Widjojo, Direktur PT Masaro Radiokom | 2007 | $20.000 Singapura | 5 tahun pidana penjara dan denda Rp 250 juta | Kasus korupsi pengadaan SKRT Kehutanan |
| 9 | Azirwan, mantan Sekda Kabupaten Bintan | 2008 | $33.000 Singapura | Penjara 2,5 tahun denda 100 juta | Tipikor alih fungsi hutan menerima suap 33 ribu Dollar Sing, dan Rp. 67 juta |
| 10 | Al Amin Nasution, anggota DPR RI | 2009 | Rp2,2 M | 8 tahun pidana penjara | Pemerasan proyek pengadaan GPS BAPLAN dan alih fungsi hutan di Sumatera Selatan |
| 11 | Yusuf Emir Faisal, anggota DPR RI | 2009 | Rp5 M | Penjara 4,6 tahun | Tipikor alih fungsi di Sumatera Selatan |
| 12 | T. Azmun Jaafar, Bupati Plalawan Riau | 2009 | Rp1,2 T | Penjara 11 tahun | Kasus korupsi dalam Penerbitan IUPHHK-HT di Riau |
| 13 | Asral Rachman, Mantan Kadis Kehutanan Riau | 2009 | Rp889 M | Penjara 5 tahun | Korupsi penerbitan izin usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman (IUPHHK/HT) |
| 14 | Burhanudi Husin, mantan Kadishutprov Riau/Bupati Kampar | 2009 | Rp1,2 T | Penjara 2,5 tahun | Korupsi penerbitan izin usaha pemanfaatan hasil hutan, kayu, dan hutan tanaman (IUPHHK/HT) di kawasan Pelalawan, Riau. |
| 15 | Sarjan Tahir, Anggota DPR Komisi IV | 2009 | ? Tidak ada angka pastinya (2,5M atau 5M) | Penjara 4,5 tahun | Suap di kasus pengalihan Hutan Kawasan Pantai Air Telang untuk dijadikan Pelabuhan Tanjung Api-Api, Sumatera Selatan |
| 16 | Yusuf Erwin Faisal, Anggota DPR Komisi IV | 2009 | Rp5 M | Penjara 4,5 tahun | Suap di kasus pengalihan Hutan Kawasan Pantai Air Telang untuk dijadikan Pelabuhan Tanjung Api-Api, Sumatera Selatan |
| 17 | Chandra Antoni Tan, Anggota DPR Komisi IV | 2009 | ? | Penjara 3 tahun | Suap di kasus pengalihan Hutan Kawasan Pantai Air Telang untuk dijadikan Pelabuhan Tanjung Api-Api, Sumatera Selatan |
| 18 | Syahrial Oesman, Anggota DPR Komisi IV | 2009 | ? | Penjara 1 tahun | Suap di kasus pengalihan Hutan Kawasan Pantai Air Telang untuk dijadikan Pelabuhan Tanjung Api-Api, Sumatera Selatan |
| 19 | Azwar Chesputra, Anggota DPR Komisi IV | 2009 | ? | Penjara 4 tahun | Suap di kasus pengalihan Hutan Kawasan Pantai Air Telang untuk dijadikan Pelabuhan Tanjung Api-Api, Sumatera Selatan dengan anggota DPR Komisi IV lainnya Fachri Andi Leluasa dan Hilman Indra |
| 20 | Dharma Dachlan, PNS Prov Sumatera Selatan | 2009 | ? | Penjara 4 tahun | ? |
| 21 | Arwin AS, Bupati Siak | 2010 | Rp300 M | Penjara 4 tahun, denda Rp 200 juta dan uang pengganti Rp 800 juta serta US $ 2000. | Tipikor dalam Penerbitan IUPHHK-HT Kab. Siak |
| 22 | Syuhada Tasman, mantan Kadishut Riau | 2011 | Rp1,2 T | Penjara 5 tahun | Gratifikasi perizinan hutan |
| 23 | Siti Hartati Murdaya, Direktur Utama PT Handaya Inti Plantation | 2013 | Rp3 M | Penjara 2 tahun 8 bulan | Suap HGU perkebunan sawit PT. Hardaya Inti Plantatio Kab. Buol |
| 24 | Amran A. Batalipu, mantan Bupati Buol | 2013 | Rp3 M | Penjara 7 tahun 6 bulan | Suap HGU perkebunan sawit PT. Hardaya Inti Plantatio Kab. Buol |
| 25 | Yani Ansori, GM marketing PT Handaya Inti Plantation | 2013 | Rp3 M | Penjara 1,5 tahun | Suap HGU perkebunan sawit PT. Hardaya Inti Plantatio Kab. Buol |
| 26 | Toto Lestiyo, Direktur PT Handaya Inti Plantation | 2013 | Rp3 M | Penjara 2 tahun | Suap HGU perkebunan sawit PT. Hardaya Inti Plantatio Kab. Buol |
| 27 | Gondo Sujono, Direktur Operasional PT Handaya Inti Plantation | 2013 | Rp3 M | Penjara 1 tahun | Suap HGU perkebunan sawit PT. Hardaya Inti Plantatio Kab. Buol |
| 28 | Rahmat Yasin, mantan Bupati Bogor | 2014 | Rp201,8 T | 5 tahun 6 bulan dan denda Rp 300 juta | Suap dalam tukar menukar kawasan hutan Kab. Bogor |
| 29 | Yohan Yap, Direktur PT Bukit Jonggol Asri | 2014 | Rp201,8 T | Penjara 1,5 tahun denda 100 juta | Suap dalam tukar menukar kawasan hutan Kab. Bogor |
| 30 | Cahyadi Kumala, Direktur PT. Sentul City | 2014 | ? | Penjara 5 tahun | Suap dalam tukar menukar kawasan hutan Kab. Bogor |
| 31 | M. Zairin, mantan Kepala Dinas Kehutanan Kab. Bogor | 2014 | ? | Penjara 4 tahun | Suap dalam tukar menukar kawasan hutan Kab. Bogor |
| 32 | Rusli Zainal, mantan Gubernur Riau | 2014 | Rp266 M | Penjara 14 tahun (hukuman digabung dgn kasus korupsi PON) | Penerbitan Ijin usaha kehutanan |
| 33 | Rachmat Yasin, mantan Bupati Bogor | 2014 | Rp4,5 M | Penjara 5 tahun | Mengatur rekomendasi alih fungsi hutan lindung seluas 2.754 Ha |
| 34 | Annas Maamun, mantan Gubernur Riau | 2014 | Rp2 M | Penjara 1 tahun | Mengatur izin pengalihkan lahan hutan untuk kebun sawit swasta |
| 35 | Wandojo Siswanto, mantan Kepala Biro perencanaan dan keuangan Kemenhut | 2014 | Rp89 M | Penjara 3 tahun | Korupsi dana revitalisasi jaringan dan perluasan SKRT tahun 2006 |
| 36 | Putranefo Prayugo, Direktur PT Masaro Radiokom | 2014 | Rp89 M | Penjara 6 tahun | Korupsi dana revitalisasi jaringan dan perluasan SKRT tahun 2006 |
| 37 | Adriansyah, mantan Bupati Tanah Laut Kalsel | 2015 | Rp1 M | Pidana penjara 3 tahun | Menerima suap dari PT Mitra Maju Sukses untuk Izin Usaha Tambang |
| 38 | Annas Maamun, mantan Gubernur Riau | 2015 | Rp5 M | Pidana penjara 6 tahun serta denda Rp200 juta | Kasus korupsi pengajuan revisi alih fungsi hutan Prov. Riau |
| 39 | Gulat Medali Emas Manurung, Pengusaha perkebunan sawit | 2015 | Rp5 M | Penjara 3 tahun denda Rp100 juta | Gratifikasi ke pejabat daerah untuk pengaturan izin lahan sawit |
| 40 | Rusli Zainal, mantan Gubernur Riau | 2020 | Rp265,9 M | Penjara 14 tahun | Gratifikasi dan penyalahgunaan kewenangan atas izin usaha pemanfaatan hasil hutan kayu dan hutan tanaman (IUPHHK-HT) di Pelalawan dan Siak. |
| 41 | Dicky Yuana Rady, Dirut Inhutani V | 2024 | Rp2,5 M | Masih proses persidangan, Des 2025 | izin kerjasama pemanfaatan kawasan hutan |
